Sinetron, sampah berbahaya
15 Jun 2011 Leave a Comment
Sinetron indonesia. Apa yang bakal terpikir dalam benak kalian ? tontonan ibu-ibu, atau tontonan yang sama sekali tak mendidik. Semuanya benar, namun saat ini sinetron indonesia telah banyak menyihir semua kalangan di indonesia tak lagi hanya ibu-ibu. Segmen yang di bidik pun makin beragam, mulai dari sinetron untuk remaja, anak-anak hingga dewasa. Saat ini hampir semua lapisan masyarakat menikmati tontonan ini dengan puas, karena stasiun tv swasta menayangkan sinetron hampir delapan jam sampai limabelas jam setiap harinya. Hal ini sungguh mengherankan karena kualitas sinetron atau akrab kita sebut opera sabun indonesia belum baik, bahkan sangat buruk. Mulai dari ide cerita sampai dengan kualitas nilai yang dibawa oleh sintron dalam cerita tersebut.
Harus kita akui bahwa sebenarnya media sinetron dapat mengubah gaya hidup dan perilaku masyarakat, di indonesia sinetron sangat berdampak buruk bagi masyarakat, kita lihat dari beberapa sinetron yang tayang setiap harinya mempengaruhi masyarakat luas dengan hal-hal buruk. Terbukti dari nilai-nilai yang ada dalam sinetron sangatlah tidak bagus apalagi bagi nilai nilai ketimuran yang kita anut. Masih diperparah dengan pemain peranya yang sengaja menggunakan pakaian yang tak pantas tentunya masyarakat akan meniru hal ini bukan.
Jika kita bandingkan anemo masyarakat terhadap tontonan yang mendidik(mencerdaskan) dengan menghibur(sinetron), masayarakat indonesia masih cinderung memilih tontonan menghibur berupa sinetron yang sebenarnya tak layak tayang. Kemudian jika kita bandingkan dengan sinetron indonesia dengan sinetron di korea, jepang, atau amerika sinetron kita masih jauh dari kata bagus bukan. Jika masing-masing dari masyarakat tidak membatasi pada tontonan bodoh ini, tentunya peran tv sebagai media mencerdaskan bangsa indonesia akan sia-sia saja karena masyarakat akan tetap bodoh dengan menonton sinetron. Dan tak ada peraturan yang jelas mengatur sinetron oleh pemerintah sehingga para produser dengan seenaknya membuat cerita yang memperburuk kondisi moral bangsa untuk mengejar keuntungan materi saja.
Sinetron kita sepertinya hanya membodohi masyarakat saja, sering ceritanya hanya mengada-ada dan tak logis. Belum lagi ceritanya hanya berkutat pada perebutan harta benda, perebutan pacar, anak yang tertukar, paling bagus mungkin konflik perjodohan anak oleh orang tua dan berikut kebodohan adegan-adegan yang sering dibuat untuk membodohi masyarakat penonton sinetron dalam alur cerita sinetron indonesia :
1. Cerita dengan ide amnesia atau hilang ingatan
cerita semacam ini sebenarnya sudah basi, tokoh protagonis sering dihilangkan sementara dengan amnesia setelah terjadi kecelakaan, dan kemudian ia tak berhasil ditemukan karena berbagai hal oleh keluarganya.
2. Menukar anak oleh tokoh antagonis
Tokoh antagonis biasanya menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuanya, kemudian ia kaan menukar anak dari protagonis yang pada akhirnya harus dibuktikan dengan tes DNA setelah waktu yang lama dan setelah dihalang-halangi untuk bertemu oleh tokoh antagonis.
3. Tokon antagonis membunuh tokoh sampingan yang mendukung tokoh protagonis
Hal ini biasanya dilakukan guna mendapatkan warisan atau keutungan si antagonis, mereka akan membunuh siapa saja yang berusaha mendukung tokoh protagonis yang akhirnya tak membuat ia dipenjara, bahkan mungkin si tokoh protagonis dibuat menjadi tersangka pembunuhan denganpengalihan cerita yang tak masuk akal.
4. Tokoh protagonis dianggap gila dan dimasukkan ke RS. jiwa
Biasanya tokoh protagonis akan dijebak oleh kejahatan tokon antagonis sehingga terkesan tokoh protagonis itu gila, kemudian dia di masukkan ke RS, jiwa meskipun ia sudah menjelaskan bahwa ia tidak gila. semua dalam adegan ini sama seklai tak logis.
5. Protagonis hilang akibat kecelakaan
Biasanya karena adanya sabotase dari tokoh antagonis, si protagonis menglaami kecelakaan pesawat, mobil atau kereta atau apalah sehingga ia hilang, dan kemudian ia tinggal di desa atau tempat terpencil selama beberapa waktu dan di dinyatakan meninggal.
6. Mudah berubahnya peran antagonis dan protagonis
Ada kalanya sinetron sering mmebuat cerita yang aneh, antagonis bisa berubah menjadi protagonis dan sebaliknya dengan alasan yang tak logis.
7. Melakukan fitnah terhadap si protagonis bahwa ialah orang jahat kepada tokoh pembantu yang mempunyai harta atau kedudukan yang menguntungkan kepada antagonis.
dan masih banyak adegan-adegan dalam alur yang sangat tidak bermutu dan tidak logis lainya, mungkin teman-teman bisa mengetahuinya sendiri ketika melihat tontonan itu. Saya berharap bahwa mulai dari sekrang kita mulai mengganti tontonan sampah itu dengan tontonan yang lebih mendidik, apalagi jika kita bersama dengan anak-anak,. sinetron merupakan barang berbahaya bagi bangsa. Orang pintar gak nonton sinetron.
Gayus dan masa SMAnya*cerita fiksi
06 Jun 2011 Leave a Comment
Gayus, siapa sih yang gak kenal.Maaf gan ini bukan artis apalagi pejabat, tapi seorang pegawai yang bisa disebut jabatanya gak tinggi-tinggi banget alias rendahan*bahasa kasar. Trus yang buat dia jadi terkenal yaitu kiprahnya dalam menjadi koruptor di negri ini, la wong sudah di penjara saja bisa liburan ke bali n nonton Sharapova, gila khan ? ada yang penasaran gak kisahnya saat SMA dulu, kenapa kok sekarang ia bisa sukses ngibulin lembaga negara n dapet duit ratusan milyar gan ? ini nih ceritanya ;
Namaku Gayus Halamoan Tambunan, dulu saat SMA nih aku jadi anak pinter, tapi pinternya yang gitu deh. Waktu aku masuk SMA, NEM dari SMPku bagus banget, rata-rata sepuluh kurang dikit. Rahasianya aku beli aja jawaban di server, trus aku kerjain deh, trus nilainya bagus, waktu itu aku beli jawabanya seharaga beberapa ratus ribu dan uangnya aku minta dari ortu, bilangnya buat jajan sama buat bimbel. Terus di SMA aku jadi orang pinter, sebenarnya sih gak pinter murni, tapi aku kan pinter nyontek jadi ya bodo amat penter ato gak sebenarnya. Yang penting nilaiku khan bagus, toh juga banyak yang ngelakuin walaupun ada yang jujur juga sih. Ow iya, aku gak suka banget sama orang jujur, bagiku dia tuh cuma sok suci, apaan sih pake sok-sok’an gak nyontek segala toh juga bukan orang pinter pake gaya-gayaan gak nyontek segala. Apalagi yang suka ngingetin buat jujur, lebih benci lagi kalo kejujurannya itu dibanggain, tapi nilainya juga jelek dan masih bagusan nilai punyaku.
Terus nih aku juga suka ngibulin guru-guru bilangnya sakit tapi aku di UKS cuma pengen tidur aja, gak kenap-napa atau di kantin jajan. Buat apa sih pelajaran serius-serius, toh ujung-ujungnya pekerjaan tuh bisa dibeli pake uang. Selain itu kebiasaanku saat SMA kalo ada ulangan aku pasti dapet nilai yang baik soalnya aku pasti dapet jawaban dari kerjasamaku sama temen-temen, meskipun ini dilarang tapi gimana aku bisa dapet jawaban kalo gak nyontek, aku gak PD. Aku benci banget nih sama anak-anak yang sok-sok’an gak mau ngasih jawaban, alasanya pengen jujur, padahal mereka tuh pengen pinter sendiri. Mereka emang nyebelin, gak ada solidaritasnya dikitpun. Menurutku mereka egois walaupun aku tahu belajar mereka itu jauh lebih banyak daripada aku, apalagi mereka selalu ngedengerin guru, tapi tetep aja kalo mereka gak bantu temen namanya itu egois. Beda halnya kalo lagi ada tugas kelompok, karna aku males jadi aku gak mau ah ikut kerja, toh mereka yang belajar lebih rajin dan lebih tahu kenapa gak mereka aja yang ngerjain, aku kan gak tahu apa-apa, asal ditulis jadi anggota itu udah cukup buat aku. Kalo misal gak ditulis menurutku mereka itu jahat banget, masa sama temen setega itu, wong temenya gak bisa ngerjain tugasnya trus gak ditulis jadi anggota, jahat banget kan ?
Terus saat ujian nasional ni ye, aku bangga banget waktu itu bisa contek-contekan, pengawasnya juga diem aja. tapi aku tuh bangga banget kalo bisa nyontek dengan mulus, itu tuh bener-bener yang namanya usaha buat masa depan. Sama halnya saat aku Smp, di SMA pun akhirnya aku beli kunci jawaban lewat sms. Canggih banget khan ? pokoknya ku yakin banget bisa lulus dengan nilai baik. Meskipun ini dikecam sama temen-temenku yang jujur ngerjainya, tapi jumlah mereka kan sedikit, jadi whateverlah, menurutku jahat banget khan kalo ada orang kok gak pengen temennya lulus semua. KITA KAN MASUK BARENG, MASA’ KELUARNYA GAK BARENG, HARUS SOLIDARITAS DONK>. walaupun aku juga mengakui kalo usahaku belajar juga gak kayak mereka, tapi tep aja kalo masuk bareng keluar juga harus bareng donk, itu baru namanya TEMEN. Mereka pada belajar aku malah maen, maklum aku kan masih muda, seneng-seneng dulu donk, ini cuma sekali seumur hidup kok, walaupun rada nakal dan gak pernah ibadah dikit-dikit gak pa-pa lah. Bisa besok pas tua, masih ada waktu buat tobat. Termasuk prinsipku, kalo aku jujur aku mesti ajur, buktinya saja kalo aku jujur nilaiku mesti jelek banget.
Ow ya, aku juga pinter banget mengkoordinir kecurangan pas UN lho, pokoknya ku tuh tahu gimana, dimana, kapan dsb mengenai cara-cara buat nyontek dan dapet jawaban pas ulangan atau ujian. Akhirnya aku kemarin lulus dengan nilai baik dan aku bisa mengungguli orang-orang yang sok-sok’an jujur itu. Pas diwisuda aku duduk rada depan, huff bangganya aku bisa ngalahin orang-orang sok suci itu. Ini nih bukti kalo aku emang lebih baik dari mereka dan bukti itu tertulis dengan sangat jelas.
Dari masa SMA itu adalah bekal ilmu yang bener-bener banyak sekaligus juga latihan jadi koruptor handal dan sekarang aku jadi miliarder dengan mudah deh. Tobatnya besuk kalo udah tua aja, uang ini bisa aku sumbangin kemana ke panti asuhan atau panti jompo, biar aku bisa masuk surga, sekarang foya-foya dulu, kan belum tua-tua banget.
note ini merupakan fiksi karangan penulis.
kritik saran atau hujatan bisa dikirim ke :
message fb bowo bo, mention twitter bowo_bo atau di +6285878760837
made by bowo bo
june 6th ’11i
bedanya sumbangan sama pungli apaan sih ???
06 Jun 2011 Leave a Comment
Kita akan membicarakaan tentang sumbangan, pernahkah teman-teman diminta sumbangan ? dalam konteks ini saya akan berbicara mengenai sumbangan tak jelas sekolah yang sebenarnya menyalahi aturan pemerintah. Utamanya adalah sumbangan atau bisa disebut pungutan liar di sekolah-sekolah negeri.
Di salah satu sekolah di bantul, Yogyakarta ada sebuah sekolah, sebut saja sekolah Z yang mewajibkan siswanya untuk menyumbang sejumlah uang kepada sekolah setelah mereka dinyatakan lulus. Hal ini tentunya mengundanag pertanyaan, kenapa harus ada sumbangan?
Sekolah Z dengan dewan sekolah tersebut menerbitkan surat resmi bertandatangan dan cap resmi sekolah Z yang tujuanya untuk meminta sejumlah uang kepada siswa sebagai “tiggalan” untuk membuat fasilitas baru sekolah Z untuk mendukung kbm tahun berikutnya. Hal ini sudah berlangsung setiap tahunya. Terlepas apakah teman-teman setuju atau tidak dengan sumbangan ini sebenarnya pungutan semacam ini adalah illegal meskipun sudah ada lisensi dari dewan sekolah Z. Beberapa tahun lalu kasus semacam ini juga telah terpublikasi dan mendapat sorotan dari dinas, tapi kenapa masih dilakukan ?
Sudah menjadi rahasia umum bahwa di sekolah-sekolah sering terjadi pungutan liar yang ujung-ujungnya tak jelas kemana. Sebagai contoh pengakuan seorang guru di sekolah X yang menyebutkan bahwa ketika ada pendafatran siswa baru para guru sekolah tersebut mendapat intensif yang lebih dari penjualan formulir. Kemudian ditamabah adanya intensif ketika ada acara yang mengharuskan siswa dipungut biayanya. Belum lagi ketika ada studi tour, para guru di sekolah X mendapat intensif yang besar dari pungutan yang digelembungkan untuk studi tour. Dan untuk sekolah Z saya tak tahu menahu tentang hal itu, namun yang pasti bahwa pungutan liar yang berwujud sumbangan semacam ini tak pernah ada bukti pertanggunggjawaban resmi dan trnsparan terhadap penggunaan dana sumbangan tersebut. Kita berdoa saja semoga uang tersebut memang digunkan untuk hal yang semestinya, meskipun tak ada yang menjamin.
Bagi teman-teman yang setuju, mungkin akan mengatakan bahwa “Yo gak pa-pa, itung-itung terima kasih kepada sekolah, toh cuma beberapa ratus ribu”. Saya tidak menyalahkan kepada siswa yang setuju mengenai hal ini, karena memang seharusnya kita berterima kasih kepada sekolah yang sudah memberikan banyak ilmu kepada kita. Kemudian di sisi lain, mungkin bagi teman-teman yang bapak dan ibunya mempunyai pekerjaaan tetap dan berpenghasilan cukup mungkin uang beberapa ratus ribu itu tak masalah. Tapi coba kita tengok pada kawan-kawan kita yang gak beruntung, boro-boro mau nyumbang ratusan ribu, puluhan ribu aja belum mampu. Mana Spp juga belum dibayar. Bayangkan saja jika orang tua teman-teman berpengahsilan hanya 25rb-30rb perhari, untuk biaya makan, sekolah dsb apa cukup menyisihkan uang beberapa ratus ribu untuk menyumbang ? belum lagi orang-orang menengah kebawah kebanyakan harus menyicil hutang. jikalau teman-teman dalam posisi itu apa kalin masih mau membayar dengan iklas, sedangkan pertanggungjawabanya gak jelas? Bagi orang yang gak punya, jumlah uang segitu gede banget ukuranya.
Ada yang mengatakan bukanya gak bayar tuh gak pa-pa ? memang di surat tak ada yang mengatakan blak-blakan secara tegas diharuskan bayar, namun ketika ada siswa yang belum membayar faktanya tetap saja ditagih seolah hal itu merupakan sumbangan wajib. Dan FAKTA yang paling mencengangkan adalah “jika belum membayar ada masalah dengan pengambilan ijazah” kata seorang guru. WHAT ???
Aneh memang birokrasi sekolah yang berbelit-belit dan gak jelas. Bagi yang sudah membayar semoga uang kalian bisa dipertanggungjawabkan(bukan berprasangka buruk, namun selama ini tak pernah ada transaparansi, hanya keterangan untuk membeli barang X, gak jelas berapa harganya, dimana sisanya, kalo krang berapa kurangnya dsb)
Important notice / catatan penting:
tulisan ini tak bermasud merugikan pihak manapun, dan tidak ada subyek yang disebut disini.
ini murni pendapat penulis, pendapat lain diserahkan kepada pembaca.
kritik silakan ngoment atau mesage di facebook
bisa juga di +6285878760837
made by bowo bo
june 6th ’11
riya’ membuat dakwah tersandung
07 Apr 2011 Leave a Comment

Riya’, bukan kalo sedang batuk. Note dengan tema Riya’ untuk kedua kalinya. Hal ini karena keprihatinan terhadap adanya Riya’. Pertama, amar ma’ruf nahi munkar? Mengajak orang lain bukan, berikut koreksi ajakan kita, maka sebisa mungkin kita tidak membuat kebaikan yg kita sampaikan menjadi hal yang dibenci, tidak disukai oleh orang lain. Menurut pengamatan saya, kebanyakan disebabkan oleh sikap pendakwah tersebut dan hampir semua sebabnya berkaitan dengan sifat riya’. (1) pernahkah melihat orang menggunakan bahasa2 arab seolah2 dia sudah fasih dan paham arab*istilah2 islam) dengan berlebihan, bukan berarti orang ini pandai, dan penyakit ini biasa menjakiti aktivis pemula. Kadang ia suka gunakan istilah2 arab pada tempat atau forum terbuka yg dia rasa tidak tahu artinya, berharap agar ia dipandang wah. Bukankah dakwah itu harus disampaikan dengan bahasa yg dimengerti orang yg kita ajak. Makanya sebaiknya kita gunakan bahasa indo atau jawa, karna itu jauh lebih dipahami. Dan bukan untuk gaya2an pakai istilah arab segala. Tapi istilah arab relevan untuk forum2 yg di dalamnya orang2 tahu artinya. (2) suka mengekspresikan ibadah, ilmu, dan hal lainya untuk tujuan riya’. Misal membuat status di fb, berbicara dsb dengan bahasa lebay yg ingin menunjukan kalau dia islami. Padahal ini harus dihindari, karna coba pikirkan tanggapan orang. Bisa jadi orang yang kita ajak kebaikan sudah antipati, karna ketika dia kita dekati dia merasa tak pantas dengan kita, merasa illfeel, eneg, dsb. Pengamatan saya kenapa orang malas mendengarkan pendakwah karna dia merasa sikap si pendakwah itu munafik, pernah dengar kan kata2 munafik dari orang2 kepada pendakwah. Hal itu karna memang sikap2 yg ditunjukan pendakwah seolah2 ia yg terbaik. Sehingga kita jaga sikap, jangan kita lebay menampil2kan ibadah, ilmu kita. Jadi, kita bersikap apa adanya tapi jangan sampai kehilangan sifat2 dasar sebagai muslim. (3) suka membantah orang secara langsung. Misal teman kita bicara A, terus kita langsung membantah dengan bilang A itu salah, ini ayatnya ,
ini hadistnya, dsb. Sehingga tanggapan orang langsung menolak dengan tegas. Meskipun kebenaran itu harus disampaikan tapi jangan sampai menyinggung personal individu, boleh saja jika itu sosial atau orang banyak. Kejadian selanjutnya bertanya bermaksud membantah atau menjatuhkan orang. Nah pernah kan ketika sedang bicara kemudian ada orang bertanya dan bermaksud bertanya untuk membantah kita. Jadi harus dihindari sikap bertanya untuk membantah orang yg kita ajak kebaikan. Dari kedua hal tersebut ditegaskan bahwa jangan langsung dan membantah pendapat kecuali memang ada orang yang memang berusaha untuk menolak kebenaran dgn mendebat pendapat kita. Karna sifat manusia jika orang yg berbicara tidak disukai maka isi pembicaraan langsung ditolak.
.
.sehingga, berhati2lah terhadap riya’. Islammu bukan ditunjukkan untuk manusia tapi kepada Allah, walaupun jangan sampai kita kehilangan ciri diri muslim. Kalau sikap riya’ masih diteruskan dakwah bisa terus ditolak dan dampaknya gak hanya di diri kamu tapi di organisasimu juga. Jangan lebay, suka menunjukan, suka gunakan bahasa arab yg orang lain tak tahu, langsung menyalahkan, berpenampilan sok dan membantah dengan bertanya yg kesemuanya untuk menunjukkan ilmu atau ibadah kita. Hati2lah terhadap masalah krusial namun jarang disadari ini. Sadarilah, riya’ itu membuat kebenaran yg ingin disampaikan ditolak. Selamat berdakwah, padi yang berisi pasti akan merunduk. Dan tak banyak gaya.
Semoga Allah senantiyasa membimbing kita. Apabila banyak salah kata dalam note ini saya minta maaf.
.
.
.created by bowo @march 16th 2011
cinta
07 Apr 2011 Leave a Comment
Cinta,pada awalnya karena suka, kemudian baru cinta. Suka itu bisa karena keindahan, kebaikan, kesempurnaan, kekayaan dsb. Yang membuat orang suka kemudian mencintai sesuatu. Ketika kita jatuh hati pada sesuatu akal dan logika kita tak bisa diandalkan lagi. Seorang yang jatuh cinta ia mau-mau nya melakukan hal2 gila demi orang yang ia cintai, misal sampai rela memberi dan penuhi apa yg dia inginkan. Atau ketika seorang cinta pada benda, mobil misalnya, yang harganya 2M pun ia rela. Ya itulah energi cinta, dimana yang tak mungkin jadi mungkin, sulit jadi mudah, berat jadi ringan dan energi itu datang atas nama cinta. Dengan power of love ini jika kita mampu mengelola dengan baik untuk mencapai tujuan, maka rintangan dan halangan untuk mencapainya akan terasa mudah. Jika cinta itu timbul karena suka, coba pikirkan kenapa kita suka pada sesuatu, orang ,benda atau hal lainya. Pasti karna hal itu baik dimata kita, indah, meskipun tak sempurna kita akan menganggapnya sempurna. Maka dari itu, alangkah anehnya jika kita tak suka dan tak cinta pada yang maha sempurna, malahan cinta kita kepada yang tidak sempurna jauh lebih besar. Jawabnya karena Allah itu masih belum kita lihat wujudnya, sehingga kita sukar mencintainya. Sebagai seorang beriman kita tahu dan harus percaya akan kesempurnaan-Nya, maka timbulkanlah rasa suka dan cinta kepada-Nya. Meskipun ini sulit, Dia pasti menghargainya. Kemudian jadikan lah energi cinta kepada Allah sebagai modal untuk menggapai Rahmat-Nya dan menjadi hamba-Nya yang bertaqwa serta berusaha menjadi apa yang Dia inginkan. Tenang saja, bahwa cintamu pada-Nya takkan membuatmu patah hati. Dan cintamu takkan sia2 dan takkan buatmu menyesal. Cinta itu kan abadi dan iman yg paling tinggi adalah mencintai dan membenci karena Allah. Wallahu’alam…mentoring march 19 ’11.presented and created by bowo @vredeburg, yogyakarta.
Remaja itu HARUS gaul !!
04 Apr 2011 Leave a Comment
Remaja, remaja itu senang, jatuh cinta, emosi tak stabil, kadang gila, over ekspesi, coba-coba, dan hal2 perubahan dari anak ke dewasa. Paradigma masyarakat kita yg berkiblat pada budaya modern memberi sugesti pada remaja untuk hidup seperti remaja pada umumnya. Remaja pada umumnya itu remaja yang pacaran, pakaianya modis, kadang sedikit nakal, yah pkoknya remaja2 biasa yg biasa kita jumpai atau bisa juga mereka mengatakan ini gaul, itu ciri-ciri mereka. Sehingga banyak dari remaja yang menganggap bahwa remaja itu harus mempunyai kehidupan dengan warna-warni pada umumnya dan pasti harus Gaul. Yah, hal inilah yang membuat remaja2 di sekitar kita tak berani tampil beda, beda dalam artian lebih baik. Malahan kebanyakan dari mereka asal telan saja sama budaya yang dianggap gaul. Misal, kalo gaul itu pakaianya harus seperti ini, hapenya harus yg kayak gini, gaul itu pake merk ini, gaul itu pacaran kayak gini, gaul itu tontonanya kayak gini dsb. Sekarang, hampir semua remaja terjangkit virus gaul ini. Mereka ikut arus saja, hal itu biasanya dikarenakan mereka sangat takut tidak diterima oleh lingkunganya jika ia melawan arus. Alhasil, benar atau salah menurut agama, norma atau peraturan yang penting saya Gaul, toh teman2 juga seperti ini jadi gak pa2 lah, dibanding saya tidak diterima lingkungan. Sik penting ngumumi. Gaul menurut paradigma kebanyakan adalah gaul yg diadopsi dari budaya barat yg mgedepankan freedom / kebebasan. Dan ini diperparah oleh pandangan orang tua yang sering menganggap hal2 ini biasa walaupun sebenarnya merekapun mengakui jika pergaulan anaknya itu salah menurut norma agama, dan norma susila. Tapi komentar mereka “Namanya juga remaja biasalah kayak gitu” atau “Tak apalah, namanya juga anak muda, nanti kalau sudah besar bakal gak kayak gitu”. Walaupun gak semua orang tua berkomentar seperti itu, namun sebagian besar seperti itu. Mereka bilang salah2 dikit gak pa2 asal tidak berlebihan dan umum seperti remaja biasanya. Padahal orang-orang sukses, pasti dulu saat remaja berani tampil beda, beda dalam arti lebih baik. Selain itu yang paling penting yaitu dari sisi agama, remaja pengikut arus biasanya menghalalkan yg diharamkan dengan alasan supaya gaul. Khususnya untuk muslim, remaja itu sudah balih bukan, jadi sudah dapat dosa jika ia melakukan yang haram. Kemudian kebiasaan di masa remaja ini akan terbawa sampai ke dewasa bahkan sampai nanti tua. Selain itu, Gaul tak mesti mengikuti arus yg negatif, alangkah baiknya jika kita berani dan tegas menciptakan trendsetter sendiri yang jauh lebih baik serta tidak melanggar norma agama. Kalau pendapat saya, orang yg mengatakan bahwa jika kamu gak jadi remaja pada umumnya *yg kbanyakan melagar norma agama) itu berarti kamu gak gaul, udik kamu. Padahal sebenarnya itu sangat norak, gaul itu bisa menciptakan trendsetter sendiri, yang baik, tdk haram dan membawa kesuksesan. Jadi jangan kita jadi hewan yang dicocok hidungnya dengan dalih gaul. Disuruh ngidul ya ngidul, disuruh ngalor ya ngalor padahal gak tau tujuanya mana, yang penting semua orang kayak gini. Kasihan sekali kan kalo gak bisa berekspesi kayak gini. Masih untung kalau tidak bisa berekspresinya ini membawa dia pada kebaikan dan surga, tapi kebanyakan tidak. Kasihan sekali bukan jadi pengikut seperti itu, padahal untuk dianggap gaul , uang, waktu dan otak mereka korbankan loh. Kasihan sekali bukan, makanya sekarang kita sadarkan mereka. Agar gak jadi orang yg bisanya ikut-ikutan arus yg salah. Agar berani berekspresi, agar kita sama-sama sukses. Dan arus kebenaran smakin kuat. .MESKIPUN adalah HAK MEREKA UNTUK ikut ARUS, tapi apa kita tak kasihan sama mereka? Jadi jangan kita egois, yg penting sya bener yang lain whatever. Tapi jika mereka tak mau, ya sudahlah, itu hak mereka untuk memilih apa yang mereka mau. Kita tak boleh memaksa orang lain, meskipun mereka sangat kasihan harus terseret arus. Tapi kita wajib mengingatkan saja. Hati2lah terhadap arus yg buruk. Dan jangan ragu untuk melawan arus jika itu adalah arus yg buruk. Orang sukses
meski itu bertentangan dengan mayoritas tetapi salah. Dan jangan takut mengakui yang salah itu salah dan yg benar itu benar.
.
.
.
.semoga bermanfaat.
Created by : bowo @march 20th 2011
Leader owh leader, where are you ?
04 Apr 2011 Leave a Comment
Leader alias pemimpin, tahukah bahwa seorang pemimpin dalam suatu perkumpulan, organisasi, keluarga bahkan negara sangat2 berpengaruh terhadap kelangsungan kehidupan orang2 yg dipimpinya. Kemudian kenapa banyak dari pemimpin kita yg kurang ajar? Mereka korupsi, tdk jujur dsb. Aku ingin mencoba mendeskripsikan tentang siapa kah pemimpin yg the best yg menunggu kita temukan, dalam lingkup keseharian, dalam perkumpulan atau organisasi misalnya? Ciri-ciri mereka (1) mereka tidak pernah sekalipun mengajukan diri untuk dipilih. Di salah satu hadist ada larangan untuk memilih seorang calon pemimpin yang sebelumnya mengajukan diri menjadi pemimpin. Jadi, pemimpin yg baik itu dipilih bukan karena dia mengajukan diri menjadi pemimpin. Kemudian jika kita menemui seseorang yg dengan PD nya mengajukan diri jadi pemimpin, dia pasti bukan pemimpin yg baik. (2) dia adalah orang yg mampu memahami orang lain, tentunya dia seorang pendengar yg baik. Yang tidak idealis, yang mau menerima pendapat orang lain. Sehingga ia tidak diktaktor dan selalu berusaha lebih baik dengan kritikan dari anggotanya. (3) dia mampu untuk berpikir cepat dan sigap untuk menenangkan situasi dan menenangkan orang2 yg di pimpinya serta memberi solusi. Misal dalam organisasi, ada acra diluar sekolah dan lupa perizinan, acara mau dibubarkan, kemudian dia dengan cekatan membuat keputusan dengan langsung melakukan perizinan tanpa ikut2an panik, karna seorang pemimpin yg baik menyembunyikan kegundahan, kelemahan, kepanikan dari anggotanya agar anggota tetap merasa tenang. (4) dia berusaha mewujudkan keinginan dan harapan tujuan dari perkumpulan, organisasi atau negara yang dia pimpin, misalnya tujuan organisasi untuk meningkatkan kegiatan pramuka, pemimpin itu berusaha untuk menemukan cara terbaik, mencari2 solusi untuk mewujudkan hal itu. (5) rela berkorban, ini sangat penting bahwa seorang pemimpin harus mau berkorban. Seperti berkorban waktu, tenaga, pikiran bahkan harta benda. Nah misal jadi pemimpin di sekolah, organisasi misalnya seorang pemimpin juga
diharuskan untuk pandai mengatur waktu, keuangan dan pikiran. Agar belajar tak terganggu dan kiprahnya sebagai pemimpin juga tetap perfom dengan baik. (6) dia harus tegas, tegas itu tidak ragu-ragu untuk memilih yg baik dan yg seharusnya dilakukan. Misalnya seorang pemimpin organisasi, dia harus tegas menindak anggotanya jika dia tak hadir atau mengganggu jalanya rapat. Lainya ketika ada anggota tak melaksanakan tugas maka ia wajib memberi teguran. Tetapi ketegasan ini juga harus dibarengi dengan pengertian terhadap kendala dan keadaan anggotanya kenapa ia tak bisa maksimal dalam melaksanakan tugasnya. Walaupun demikian anggota dengan berbagai kendala ia harus ontime dengan tugas yg diberikan. Serta harus adil dalam memberikan tugas, sanksi dan dalam pembuatan keputusan agar mewujudkan keadilan. (6) komunikasi, seorang pemimpin diharuskan dapat berkomunikasi dengan baik. Karena komunikasi adalah media penyampaian, sehingga semuanya bisa rusak karena kesalahan komunikasi. Bahkan perang juga disebabkan oleh komunikasi, sehingga pemimpin yang baik harus dapat berkomunikasi dengan lancar(di depan umum dan tidak di depan umum), tidak menyinggung*pedes), menenangkan dan pembawaan berwibawa.
.
.selamat mencoba. Pemimpin yg adil, insyaAllah dapat berkah-Nya. Dan kepemimpinan akan dimintai pertanggung jawaban kelak. Tapi jangan takut, setiap pribadi adalah pemimpin, jika kita tak pernah mencoba kita tak pernah tau yang benar dan yang salah. Pemimpin yg baik saat ini, dulunya juga ecek. Asal mau belajar pasti bisa. Karena ini semua adalah proses. Dan kapankah kamu ditemukan pemimpin yg adil ??
.
.writen by bowo
.march 21st ’11